Enter your keyword

PRESS RELEASE “PETUGAS IMIGRASI SOEKARNO-HATTA BERHASIL MENGUNGKAP KASUS PEMALSUAN PASPOR”

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

PRESS RELEASE “PETUGAS IMIGRASI SOEKARNO-HATTA BERHASIL MENGUNGKAP KASUS PEMALSUAN PASPOR”

PRESS RELEASE “PETUGAS IMIGRASI SOEKARNO-HATTA BERHASIL MENGUNGKAP KASUS PEMALSUAN PASPOR”

PETUGAS IMIGRASI SOEKARNO-HATTA BERHASIL MENGUNGKAP KASUS PEMALSUAN PASPOR

 

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta sebagai penopang Bandara Internasional terbesar di Indonesia sekaligus peringkat kedua bandara paling sibuk di Asia Tenggara. Bandara Internasional Soekarno-Hatta menghadapi berbagai peluang sekaligus ancaman dari aspek keamanan dan penegakan hukum akibat tingginya lalu lintas Orang Asing (OA) yang masuk dan keluar wilayah Indonesia. Petugas imigrasi Soekarno-Hatta telah membuktikan kecakapan dan kesigapan dalam menjaga keamanan negara yang dibuktikan dengan tingkat pro justitia tertinggi (19 kasus) di Indonesia pada tahun 2017 dan hingga saat ini telah ada 5 kasus projustitia yang sedang diproses. Petugas imigrasi juga sangat taat asas hukum yang ditunjukan dengan keberhasilan dalam menolak 278 OA yang berasal dari negara berkembang dan bahkan WN Asing yang berasal dari negara maju seperti Amerika, Rusia, Australia, Jepang, Korea yang hendak masuk ke wilayah RI, menangani 114 kasus pencegahan keberangkatan dimana 63 diantaranya adalah TKI Non Prosedural.

Pada periode Januari – Mei 2018, petugas imigrasi menolak masuk OA sejumlah 278 orang yang diantaranya berasal dari Afghanistan, Afrika Selatan, RRC, India dan beberapa negara berkembang lainnya yang masuk dalam kategori calling visa (negara yang perlu diwaspadai). Beberapa OA yang ditolak tersebut dikarenakan mereka tidak memiliki tujuan yang jelas, masuk dalam daftar cekal, dll. Petugas imigrasi juga berhasil melakukan pencegahan keberangkatan di TPI Soekarno-Hatta sejumlah 114 kasus, diantara modusnya adalah penggunaan paspor palsu dan penyalahgunaan izin tinggal. Dalam rangka menegakan prinsip selective policy, saat ini Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta telah menahan 10 Orang Asing (OA)/deteni di ruang detensi imigrasi, diantaranya adalah warga negara Bangladesh, Afghanistan, Nigeria, Ghana, Pantai Gading dan Uganda. Mayoritas penahanan ke-10 OA dikarenakan kasus pemalsuan dokumen Imigrasi (paspor dan visa) dan ada yang melewati batas izin tinggal atau overstay. Dari kesepuluh OA tersebut, 5 diantaranya sedang menjalani proses penyidikan atau pro justitia. Hal ini bertujuan agar dapat menimbulkan efek jera bagi OA yang ingin melanggar hukum keimigrasian di Indonesia.