PRESS RELEASE

 

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, 09 Oktober 2017

Bertempat di lobby Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta telah dilangsungkan Press Release perihal Data Penyidikan Tindak Pidana Keimigrasian yang disampaikan langsung oleh Bapak Enang Supriyadi Syamsi, S.H. (Kepala Kantor) yang didampingi oleh Bapak Barron Ichsan, A.Md.Im., S.H., M.Si (Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian) dan Bapak Ronni Fajar Purba, S.H., M.H. (Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk).

Saat ini Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta sedang menangani 16 Kasus Tindak Pidana Keimigrasian yang 10 diantaranya telah mendapat P21 dari pihak Kejaksaan. 16 Kasus tersebut terdiri dari 8 WN Nigeria, 1 WN China, 1 WN Australia, 1 WN India, 3 WN Srilanka, 2 WN Malaysia. Kasus yang cukup menyita perhatian saat ini adalah kasus mengenai penyelundupan manusia dengan tersangka 2 WN Malaysia dan 3 WN Srilanka yang masing-masing dikenakan Pasal 120 dan Pasal 130 Undang-undang No. 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Selain itu, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta selama bulan September telah menangguhkan keberangkatan 14 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga akan menjadi TKI Non Prosedural dan menangguhkan proses permohonan pembuatan paspor sebanyak 4 permohonan. Kemudian selama bulan September juga Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta telah menolak kedatangan 19 Warga Negara Asing (WNA).

Keseluruhan Kasus yang sedang ditangani sebanyak 20 Kasus, diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan Tindak Pidana TPPO di Negara Arab Saudi (hasil tertutup). Pasal yang disangkakan masih dalam ranah Tindak Pidana Keimigrasian yaitu Pasal 126 Huruf c dan d yang bila dikembangkan tidak menutup kemungkinan akan menjadi TPPO (Ranah Kepolisian).

 

              

 

              

 

              

 

Kementerian Hukum dan HAM "PASTI" Nyata.

 


© 2016 Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta. All Rights Reserved.