Enter your keyword

Profil & Sejarah

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta

SEKILAS KANIM SOETTA

Kantor Imigrasi Soekarno Hatta diresmikan oleh Menteri Kehakiman pada tanggal 1 April 1985 merupakan pengganti dari Kantor Imigrasi Halim Perdana Kusuma, dimana pada saat itu kegiatan penerbangan dipindahkan ke Bandara Internasional Soekarno Hatta. Mengingat beban dan volume kerja yang cukup besar terjadilah perubahan Klasifikasi Kantor Imigrasi Soekarno Hatta dari Kantor Imigrasi Kelas I Soekarno Hatta menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta yang telah dituangkan dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor M.14.PR.07.04 Tahun 2003 Tanggal 03 Desember 2003. Pada Tahun 2018 telah dibentuk perubahan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi yang baru dilingkungan Kementerian Hukum dan HAM. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno Hatta berubah menjadi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta yang telah dituangkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI Nomor 19 Tahun 2018  tanggal 13 Juli 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Imigrasi.

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta merupakan Unit Pelaksana Teknis di bidang Keimigrasian, bertanggung jawab langsung kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta. Tugas pokok dan fungsinya adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat serta melaksanakan pengawasan perlintasan & penegakan hukum di bidang keimigrasian. Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta mengawasi 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Cengkareng dan Kecamatan Kalideres. Untuk Wilayah Cengkareng terdiri dari 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Cengkareng Barat, Cengkareng Timur, Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kaliangke dan Rawa Buaya. Wilayah Kalideres terdiri dari 5 Kelurahan yaitu Kelurahan Kalideres, Kamal, Pegadungan, Semanan dan Tegal Alur. Bandara Internasional Soekarno Hatta merupakan wilayah kerja Kanim Kelas I Khusus Soekarno Hatta sebagai tempat pemeriksaan imigrasi.

Selain itu juga pelaksanaan tugas keimigrasian didukung dengan pola kerja kesisteman yang terintegrasi satu sama lain :

  • Sistem penerbitan paspor berbasis biometric dan face recognition
  • Sistem e-office sebagai sarana pelayanan keimigrasian yang terkoneksi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) dengan Kantor Wilayah serta Direktorat Jenderal Imigrasi dan Direktorat Jenderal Imigrasi.
  • Sistem Enhanced Cekal System (ECS) sebagai sarana pemeriksaan cegah tangkal (cekal)
  • Passanger Moving System (PMS) sebagai sarana perlintasan orang di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI)
  • sistem Border Control Management (BCM) dapat terekam ke pusat data keimigrasian
  • e-passport
  • Autogate sebagai sarana perlintasan orang (khususnya WNI) di Tempat Pemeriksaan Imigrasi baik yang menggunakan e-passport maupun paspor biasa

KEGIATAN KEIMIGRASIAN DI TPI BANDARA SOEKARNO-HATTA

  1. Perlintasan orang, Kedatangan & Keberangkatan penumpang melalui TPI Soetta sekitar ±40.000 orang terdiri dari kedatangan ±20.000 orang dan keberangkatan ±20.000 orang.
  2. Perlintasan Alat Angkut, Perlintasan alat angkut yang datang maupun berangkat sebanyak ±170 kali penerbangan yang dilaksanakan penerbangan asing maupun nasional.
  3. Kegiatan keimigrasian, Kegiatan Keimigrasian di TPI Soetta dilaksanakan oleh 4 seksi yaitu Seksi Pemeriksaan I, Seksi Pemeriksaan II, Seksi Pemeriksaan III, dan Seksi Pemeriksaan IV, yang setiap seksinya dikepalai oleh seorang Kepala Seksi Pemeriksaan setara eselon IV dengan anggota sebanyak ±180 orang per unit.
  4. Jam Kerja setiap seksi pemeriksaan terbagi menjadi shift pagi yang dimulai dari pukul 07.00 wib s.d 16.00 wib, shift sore yang dimulai dari pukul 15.00 wib s.d 00.00 wib, dan shift malam yang dimulai dari pukul 23.00 wib s.d 08.00 wib dengan rincian 3 (tiga) seksi operasional dan 1 (satu) seksi off/libur.