Enter your keyword

TIMPORA Udara lakukan Koordinasi

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

TIMPORA Udara lakukan Koordinasi

TIMPORA Udara lakukan Koordinasi

Acara Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing Bandara Soekarno-Hatta dimulai pada pukul 09.00 WIB Peserta Rapat dihadiri oleh 30 perwakilan komunitas bandara. Rapat Koordinasi Tim Pengawasan Orang Asing Bandara Soekarno-Hatta dibuka dengan Materi dibawakan oleh Narasumber Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Bapak Barron Ichsan dengan materi Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta.

Materi yang disajikan narasumber meliputi : Wilayah Kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta yang meliputi Kecamatan Kalideres, Kecamatan Cengkareng dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta; Statistik Perlintasan WNI dan WNA melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta tahun 2015 dan tahun 2016; Statistik Perlintasan WNA Pasca Penerapan kebijakan Bebas Visa Kunjungan Wisata; Statistik Permohonan Paspor RI; Statistik Pelayanan Keimigrasian meliputi Perpanjangan Izin Tinggal, ITK, ITAS, ITAP; Statistik Penegakan Hukum; Kasus yang ditangani oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta terkait pelanggaran pidana keimigrasian; Materi kedua dengan tema Kebijakan Keimigrasian dan Kewajiban alat angkut dibawakan oleh Narasumber Kepala Bidang Pendaratan dan Izin Masuk Bapak I Gusti Bagus Ibrahiem Sadjalie.

Materi yang disajikan narasumber Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta sebagai perpanjangan tangan untuk pelaksanaan peran Ditjen Imigrasi terkait hal ikhwal lalu lintas orang asing masuk atau keluar wilayah Indonesia serta pengawasannya guna menjaga tegaknya kedaulatan RI; Kebijakan Keimigrasian yang dilaksanakan di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta meliputi pemberian layanan Bebas Visa Kunjungan, Visa On Arrival, Visa, Deny Entry dan Autogate; Kewajiban alat angkut terkait administrasi pelaporan penerbangan, tanggung jawab penerbangan yang lainnya serta biaya beban; Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta menekankan bahwa pintu masuk ke negara Indonesia telah dibuka lebar-lebar dengan adanya kebijakan pemerintah memberikan fasilitas bebas visa terhadap 169 negara sehingga perlunya peningkatan pengawasan terhadap orang asing serta kegiatannya di wilayah Republik Indonesia oleh karena itu perlunya kegiatan Koordinasi lintas sektor guna pertukaran informasi serta kelancaran tugas dan fungsi masing-masing sektor. Kontributor data : Arif Darius