Enter your keyword

Awal Tahun, Imigrasi Soekarno-Hatta Sudah Tolak Masuk Ratusan WNA

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

Awal Tahun, Imigrasi Soekarno-Hatta Sudah Tolak Masuk Ratusan WNA

Awal Tahun, Imigrasi Soekarno-Hatta Sudah Tolak Masuk Ratusan WNA

Awal Tahun, Imigrasi Soekarno-Hatta Sudah Tolak Masuk Ratusan WNA

Jakarta (6/2) – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta sudah menolak masuk 182 Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk wilayah Indonesia selama periode 4 Januari – 4 Februari 2019. Alasan penolakan beragam, mulai dari masuk dalam daftar penangkalan, tidak memiliki visa RI, masa berlaku paspor kurang dari 6 bulan, menggunakan dokumen keimigrasian palsu sampai dengan yang paling banyak adalah alasan karena tidak memiliki kejelasan tujuan datang ke Indonesia. Pada Januari ini, India menyumbang WNA yang paling banyak ditolak masuk, yakni sebanyak 33 orang. Disusul WNA Bangladesh diposisi kedua yakni sebanyak 28 orang.

Setelah pengamanan WNA, maka selanjutnya Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta melakukan proses Tindakan Administrasi Keimigrasian (TAK) yakni berupa deportasi. Sekitar 47 WNA sudah dideportasi dari wilayah Indonesia. Yang mana WNA India menempati tempat pertama sebagai WNA yang paling banyak dideportasi, yakni sebanyak 16 orang. Dan tempat kedua diisi oleh WNA Irak yang sebanyak 6 orang. Selain TAK pada periode yang sama, Imigrasi Soekarno-Hatta juga sudah menangani sebanyak 2 kasus projustitia.

Masih di periode yang sama, tercatat juga WNA yang masuk wilayah Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta sudah sebanyak 237.965 orang. Sedangkan, WNA yang keluar sudah sebanyak 238.995. Untuk Warga Negara Indonesia (WNI) yang masuk melalui Bandara Soekarno-Hatta pada periode 4 Januari – 4 Februari sudah sebanyak 476.938 dan yang keluar  sudah sebanyak 425.500.

“Hal ini menunjukkan bahwa kami serius dalam menegakkan kedaulatan negara melalui pengawasan dan penindakan terhadap orang asing yang melanggar ketentuan” papar M. Tarmin Satiawan selaku Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta pada saat konferensi pers  yang dilaksanakan di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Soekarno-Hatta, Rabu (6/2).

Ribuan Paspor Sudah Terbit pada Awal Tahun di Imigrasi Soekarno-Hatta 

Tak hanya melaksanakan tugas dan fungsi penegakkan hukum, Kantor Imigrasi kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta pun tetap melaksanakan fungsi pelayanannya. Terangkum dalam rentang 4 Januari – 4 Februari 2019, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta sudah menerbitkan sebanyak 4.342 buku paspor. Yang terbagi dalam 1.808 penerbitan paspor elektronik 48 halaman dan 2.534 paspor non elektronik 48 halaman.

Khusus pelayanan bagi WNA, telah diterbitkan perpanjangan ijin tinggal kunjungan (ITK) untuk 240 WNA, ITK baru / saat kedatangan untuk 40 WNA. Sedangkan, pemberian ITAS baru juga  sebanyak 25 orang dan perpanjangan izin tinggal terbatas (ITAS) sebanyak 7 orang.