Enter your keyword

PEMERIKSAAN DOKUMEN PERJALANAN DI TEMPAT PEMERIKSAAN KEIMIGRASIAN

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

PEMERIKSAAN DOKUMEN PERJALANAN DI TEMPAT PEMERIKSAAN KEIMIGRASIAN

PEMERIKSAAN DOKUMEN PERJALANAN DI TEMPAT PEMERIKSAAN KEIMIGRASIAN

Sebagai negara yang memiliki bentangan wilayah yang luas, Indonesia memiliki kebijakan tersendiri dalam menjaga tegaknya kedaulatan negara terhadap ancaman yang berasal dari luar, salah satunya adalah kebijakan dalam hal keimigrasian. Dengan memaksimalkan 4 fungsi keimigrasian, yaitu pelayanan keimigrasian, penegakkan hukum, keamanan negara, dan sebagai fasilitator kesejahteraan masyarakat, Direktorat Jenderal Keimigrasian dibawah kewenangan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menjadi filter pertama dan terakhir terhadap perlintasan manusia di pintu gerbang negara. Salah satu tempat yang menjadi gerbang masuk dan keluar Indonesia adalah Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Pemeriksaan keimigrasian dilakukan berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan diperjelas pelaksanaannya dalam Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 44 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pemeriksaan Masuk dan Keluar Wilayah Indonesia di Tempat Pemeriksaan Imigrasi. Secara umum bentuk pemeriksaan keimigrasian antara Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) tidak jauh berbeda, baik saat keberangkatan maupun kedatangan, meliputi pemeriksaan dokumen perjalanan, identitas, dan wawancara atas tujuan masuk atau keluar dari Indonesia, agar dapat ditentukan apakah diizinkan atau tidak diizinkan melintas. Salah satu perbedaannya adalah dokumen perjalanan yang disiapkan. WNA harus menunjukkan dokumen perjalanan yang lebih lengkap terkait identitas dan tujuannya melintas untuk menjamin bahwa WNA tersebut tidak memberikan kerugian atau memberikan ancaman bagi Indonesia.

Apabila ditemukan perbedaan antara dokumen perjalanan yang dimiliki dengan identitas pelintas, maupun adanya kecurigaan dari Petugas Imigrasi terhadap pelintas, maka harus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di ruang khusus yang disediakan. Dari hasil pemeriksaan lanjut tersebut, pelintas dapat diizinkan melintas area imigrasi bila hasilnya tidak ditemukan kecurigaan lebih lanjut, namun bila pelintas terbukti melakukan pelanggaran keimigrasian, maka baginya akan dilakukan Tindakan Administratif Keimigrasian.