Enter your keyword

Samakan Persepsi Penanganan Pengungsi, Timpora DKI Jakarta Berkumpul

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

Samakan Persepsi Penanganan Pengungsi, Timpora DKI Jakarta Berkumpul

Samakan Persepsi Penanganan Pengungsi, Timpora DKI Jakarta Berkumpul

Samakan Persepsi Penanganan Pengungsi, Timpora DKI Jakarta Berkumpul

Kian disorotnya perlakuan para pengungsi di Jakarta, membuat Divisi Keimigrasian Kantor Wilayah Keimigrasian pun lakukan penyegaran dan penyamaan persepsi tentang penanganan pengungsi bersama Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) se-DKI Jakarta. Acara yang bertajuk Rapat Koordinasi Timpora Ke-III Divisi Imigrasi Tahun 2019,Penyamaan Persepsi Anggota Timpora Tentang Permasalahan & Penanganan Pengungsi, berlangsung di Swiss Bell Residence, Selasa (24/9). Kegiatan dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah, Bambang Sumardiono. Dan sebagai narasumber Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta Agus Wijaja, dan Kabid Ideologi & Wawasan Kebangsaan Badan Kesatuan Bangsa & Politik Provinsi DKI, Drs. H.M., Asyik Noorhilmany M.Si.

Peningkatan jumlah pengungsi, pencari suaka, dan imigran ilegal di wilayah DKI Jakarta melalui data yang kita peroleh dari UNHCR dan IOM, memberikan sinyal diperlukannya segera regulasi yang mempunyai kekuatan hukum tetap dan memiliki keharmonisan terhadap peraturan perundangan. Memang kita sudah memiliki Perpres 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri. Namun, Timpora merasa praktik dari perpres ini belum maksimal karena persepsi anggota Timpora yang masih berbeda-beda dengan Perpres sehingga harus segera disamakan.  Maka dari itu, dalam rapat ini duduk bersama instansi-instansi yang terkait dengan penanganan pengungsi. Kepala Kantor Wilayah menghimbau dan mengharapkan dengan diadakan rakor ini dapat meningkatkan koordinasi dan kerjasama yang lebih baik dengan semua pihak. Kepala Divisi Keimigrasian dalam paparannya meminta seluruh anggota Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) membaca Perpres 125 tahun 2016 tentang Penanganan Pengungsi Dari Luar Negeri agar mendapatkan kesamaan persepsi dan visi. Perpres 125 tahun 2016 sendiri mengatur tentang pengertian penemuan pengungsi, penampungan dan siapa yang menyiapkan penampungan, keamanan, pengawasan, pemulangannya dan pendanaannya. Dalam peraturan tersebut juga dijelaskan tentang fungsi Rumah Detensi Imigrasi dalam kaitannya dengan menangani pengungsi.

https://jakarta.kemenkumham.go.id/berita-keimigrasian/4848-jajaran-imigrasi-kantor-wilayah-dan-upt-rapat-koordinasi-dengan-instansi-terkait-menyamakan-persepsi-tentang-permasalahan-dan-penanganan-pengungsi