Enter your keyword

JAGALAH SELALU PASPOR ANDA!

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

JAGALAH SELALU PASPOR ANDA!

JAGALAH SELALU PASPOR ANDA!

Jagalah Selalu Paspor Anda!

Menurut UU Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, Paspor Indonesia adalah dokumen yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia kepada Warga Negara Indonesia untuk melakukan perjalanan antar negara yang berlaku selama jangka waktu tertentu. Dari pengertian di atas, dapat dipahami bahwa paspor adalah dokumen milik negara yang diberikan kepada warga negaranya sebagai identitas yang melekat saat melakukan perjalanan antar negara.

Apa yang terjadi bila paspor rusak atau hilang karena suatu kondisi? Bila paspor rusak sehingga keterangan di dalamnya menjadi tidak jelas atau memberi kesan yang tidak pantas lagi sebagai dokumen resmi, maka dapat diajukan untuk penggantian paspor. Sedangkan bila paspor hilang, hal yang paling pertama dilakukan adalah melaporkan kepada pihak berwajib atau kantor polisi setempat perihal kehilangan yang akan menjadi bukti sah kehilangan tersebut. Selanjutnya adalah pengajuan untuk penggantian paspor, melalui antrian online yang berlaku di kantor imigrasi yang dituju. Proses yang harus dijalani adalah prosedur Berkas Acara Pemeriksaan (BAP), untuk mengungkap alasan rusak atau hilangnya paspor.

Berdasarkan PP Nomor 28 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kemenkumham, terdapat denda atau biaya beban atas hilang atau rusaknya paspor sebagai dokumen negara. Untuk kerusakan paspor dikenakan biaya beban sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu Rupiah), dan kerusakan paspor sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah). Namun, hal tersebut dapat bergantung kepada hasil dari prosedur BAP, karena dalam Permenkumham Nomor 8 Tahun 2014 Pasal 41 ayat 1, terdapat beberapa kondisi penyebab rusak atau hilang paspor.

Kondisi pertama yaitu bila rusak atau hilang paspor karena musibah yang dialami oleh yang bersangkutan antara lain kebakaran, kebanjiran dan gempa bumi. Yang berikutnya adalah bila ditemukan adanya unsur kekurang hait-hatian dan terjadinya kehilangan di luar kemampuan pemegang paspor. Dan yang terakhir adalah bila ditemukan adanya unsur kecerobohan atau kelalaian disertai alasan yang tidak dapat diterima. Untuk kondisi terakhir, pemberian paspor biasa dapat ditangguhkan paling sedikit 6 (enam) bulan sampai dengan paling lama 2 (dua) tahun. Tentunya kondisi tersebut tidak diinginkan oleh setiap orang, oleh karena itu bagi setiap warga negara yang telah memiliki paspor agar senantiasa menjaga dan menyimpannya dengan baik agar tidak hilang atau rusak. Jangan lupa untuk membuat salinan atas paspor tersebut untuk mengantisipasi bila terjadi hal diluar kendali yang dapat menyebabkan paspor rusak atau hilang. Jagalah selalu paspor anda!