Enter your keyword

PERAN POKJA MANAJEMEN PERUBAHAN PADA PEMBANGUNAN ZI

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

PERAN POKJA MANAJEMEN PERUBAHAN PADA PEMBANGUNAN ZI

PERAN POKJA MANAJEMEN PERUBAHAN PADA PEMBANGUNAN ZI

PERAN POKJA MANAJEMEN PERUBAHAN PADA PEMBANGUNAN ZI

Dalam usaha membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM, pokja Manajemen Perubahan  turut memainkan peran yang cukup signifikan. Bertujuan untuk mengubah pola pikir, budaya kerja, dan mekanisme kerja pegawai secara sistematis dan konsisten; Manajemen Perubahan memasang target tersendiri sebagai indikator keberhasilan kelompok kerjanya. Target yang dimaksud meliputi:a) Adanya perubahan pola pikir dan budaya kerja pegawai di Satker terkait; b) Meminimalisir risiko kegagalan yang dipicu oleh resistensi terhadap perubahan; c) Adanya peningkatan komitmen seluruh jajaran Pimpinan dan anggota Satker demi membangun Zona Intergritas menuju WBK/WBBM.

            Banyak program kerja yang tengah ditempuh pokja Manajemen Perubahan dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM; khususnya di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Secara garis besar, beragam program kerja yang dimaksud dapat dibagi menjadi dua fokus, yaitu fokus internal dan eksternal.

            Pertama, program kerja Manajemen Perubahan dengan fokus internal. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, tujuan utama dari pokja Manajemen Perubahan adalah untuk mengubah pola pikir, budaya, serta mekanisme kerja pegawai. Untuk mencapai tujuan ini, tentunya usaha yang diilakukan pun haruslah bersifat sistematis dan konsisten. Karenanya, muncullah beragam ide yang terealisasi dalam beberapa kegiatan, seperti:

  1. Pengarahan yang diberikan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta saat apel pagi dan sore. Selain itu, beliau juga senantiasa berkunjung ke masing-masing bidang untuk melakukan briefing kepada pegawai sebagai salah satu bentuk coaching kepada pegawai, hal ini dilakukan untuk menjaga semangat dan kekompakan tiap pegawai demi mecapai tujuan Satker, yaitu membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM.   
  2. Beragam pelatihan kemampuan teknis. Dalam kurun beberapa bulan terakhir ini, pokja Manajemen Perubahan telah menginisiasi beragam Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan banyak pegawai dari beragam bidang kerja. Hal ini dirasa penting, karena dengan diskusi dengan pegawai di berbagai bidang, dapat dilakukan brainstorming permasalahan yang ada di berbagai bidang yang merupakan permasalahan Satker. Selain itu, FGD juga membawa pemateri dari luar sehingga dapat memberikan insight (sudut pandang) dan informasi baru terhadap masalah yang dihadapi dengan harapan masalah-masalah tersebut kemudian dapat ditelaah bersama dan dicari pemecahan masalahnya.

Selain FGD, pokja Manajemen Perubahan juga telah melaksanakan beberapa pelatihan kemampuan teknis; salah satunya adalah pelatihan peningkatan pelayanan. Dengan bekerjasama bersama bank Mandiri, pelatihan ini diharapkan dapat merangsang perbaikan pola kerja anggota Satker agar lebih berorientasi pada publik. Sebab terkadang masih ada saja anggota sakter yang memiliki pola pikir lama yaitu berpikir untuk dilayani, padahal saat ini untuk dapat memberikan pelayana prima kepada masyarakat kita harus merubah pola pikir bahwa seorang ASN adalah  pelayan masyarakat (abdi masyarakat).  

Kedua, program kerja Manajemen Perubahan dengan fokus eksternal; yaitu, sosialisasi kepada masyarakat. Dewasa kini, banyak corong teknologi yang dapat dimanfaatkan demi mensosialisasikan apa saja yang menjadi fokus dan tujuan utama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta kepada khalayak publik, seperti: website, ragam media sosial, pemasangan spanduk dan banner, dll. Untuk dapat menambah ketertarikan masyarakat terhadap konten yang diberikan, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta bertekat untuk memberikan Informasi terkait keimigrasian yang informatif dan inovatif. Selain itu, untuk menambah ketertarikan kaum millennial, Kantor Imigrasi Soekarno Hatta juga aktif pada berbagai platform social media yang saat ini banyak digunakan seperti IG, Twitter, Facebook, podcast dan Tik Tok. Diharapkan dengan adanya berbagai platform diatas masyarakat dapat lebih memahami hal-hal terkait keimigrasian dan pelayanan imigrasi yang diberikan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta.

Beragam langkah yang telah dan sedang ditempuh pokja Manajemen Perubahan tentunya tidak dapat dilepaskan dari sosok pimpinan, dalam hal ini adalah Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. Sebagai role model, keteladanan yang tercermin dari Kepala Kantor dapat menjadi panutan dan contoh bagi pegawai yang berada di dalam naungan beliau. Dalam jangka panjang, keteladanan ini diharapkan dapat merangsang perubahan pola pikir dan pribadi bawahan ke arah yang lebih baik. Dari paparan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa demi membangun Zona Integritas menuju WBK/WBBM, pokja Manajemen Perubahan memainkan peran yang cukup signifikan. Bercorong pada Kepala Kantor sebagai Agen Perubahan utama, pokja ini diharapkan dapat merangsang perubahan positif pada setiap elemen satker demi terwujudnya pelayanan publik yang bersih, berintegritas, dan mumpuni.