Enter your keyword

Imigrasi Soetta Ramah HAM Bikin Tambah Nyaman

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

Imigrasi Soetta Ramah HAM Bikin Tambah Nyaman

Imigrasi Soetta Ramah HAM Bikin Tambah Nyaman

Imigrasi Soetta Ramah HAM Bikin Tambah Nyaman

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta sejak 2018 mantapkan diri untuk semakin ‘ramah’ perihal fasilitas di area Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta sendiri. Hal ini tampak dalam berbagai fasilitas yang memang tersedia demi menunjang pelayanan keimigrasian yang lebih ramah HAM bagi pemohon yang berkebutuhan khusus.

Program tersebut bertajuk PINTAS atau Pelayanan Keimigrasian bagi Pemohon Berkebutuhan Khusus. Program ini sendiri merupakan amanat penyelenggaraan pelayanan publik yang memang inklusif bagi penyandang disabilitas di dalam Pasal 4 UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang menyebutkan bahwa penyelenggaraan pelayanan publik antara lain berasaskan (C) kesamaan hak, (g) persamaan perlakuan/tidak diskriminatif, (j) fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan.

Untuk menunjang program PINTAS, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta telah memberikan pembekalan berupa pelatihan Bahasa Isyarat kepada petugas Imigrasi yang bekerja sebagai frontliner di bidang pelayanan Keimigrasian. Pelatihan Bahasa Isyarat ini turut melibatkan Pusat Bahasa Isyarat Indonesia (PUSBISINDO). Ika Rahmawati selaku Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan ramah HAM yang dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. “Pembekalan bahasa isyarat adalah komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dapat dinikmati oleh siapapun,” ungkap Ika.

Berdasarkan laporan Pusdatin Kementerian Kesehatan tahun 2019, sebanyak 1,6 juta jiwa dari jumlah penyandang disabilitas di Indonesia adalah penyandang tuna rungu, untuk itu pembekalan Bahasa Isyarat bagi para petugas Imigrasi bertujuan untuk memberikan layanan bagi pemohon berkebutuhan khusus. Guna mengampanyekan semangat layanan ramah HAM sekaligus meluncurkan program PINTAS, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta telah mengunggah tayangan video berdurasi 1 menit di kanal YouTube “Imigrasi Soekarno-Hatta” https://www.youtube.com/watch?v=Fy4jbQ17qJI serta melalui Instagram @imigrasi.soekarnohatta https://www.instagram.com/p/CU6p0DYgS0t/?utm_medium=copy_link.

Lengkapi Fasilitas Ramah HAM

Selain mengasah kompetensi tambahan bagi petugas Imigrasi untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa isyarat, Kantor Imigrasi Soekarno-Hatta mewujudkan layanan ramah HAM lewat berbagai fasilitas bagi penyandang disabilitas antara lain untuk di area Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) yakni antrian prioritas dan layanan kursi roda bagi penumpang dengan kategori prioritas yang akan mengantri di TPI. Selain di TPI, tak ketinggalan program layanan ramah HAM juga hadir di area pelayanan paspor, diantaranya ; parkir prioritas bagi disabilitas, kursi roda, jalur kursi roda bagi penyandang disabilitas, toilet bagi penyandang disabilitas, ruang tunggu prioritas hingga konter foto dan wawancara prioritas.

Ika menambahkan, bahkan di era pandemi Covid 19 ini, Imigrasi Soekarno-Hatta juga menyediakan layanan I Fil Play (Imigrasi Soetta dengan Fasilitas Layanan Prioritas bagi Lansia dan Bayi). Layanan ini bisa dibilang jemput bola kepada pemohon yang berada wilayah kerja Imigrasi Soekarno-Hatta dengan kondisi berekebutuhan khusus, lansia serta bayi dengan usia di bawah 1 tahun yang memang sedang sangat membutuhkan pembuatan paspor untuk keperluan tertentu. “Petugas akan datang ke hunian pemohon yang memang membutuhkan dan sesuai dengan kriteria pemohon yang bisa didatangi untuk I Fil Play,” ujar Ika.