Enter your keyword

Perkuat Pengawasan di Pintu Gerbang Negara, Imigrasi Soetta Tolak Masuk 25 WNA

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

Perkuat Pengawasan di Pintu Gerbang Negara, Imigrasi Soetta Tolak Masuk 25 WNA

Perkuat Pengawasan di Pintu Gerbang Negara, Imigrasi Soetta Tolak Masuk 25 WNA

(Ilustrasi Penolakan Masuk Bagi WNA)

Jakarta, Imigrasi Soetta. Penyebaran virus Covid-19 varian Omicron semakin meluas diberbagai nagara, Indonesia sebagai salah satu negara yang sempat terkena dampak besar dari varian Delta tentu berupaya semaksimal mungkin agar penyebaran varian Omicron bisa dicegah. Sehubungan dengan hal ini, maka pencegahan dini sangat diperlukan utamanya terkait pengawasan orang asing yang akan masuk ke wilayah Indonesia.

(Ilustrasi Pelaku Perjalanan Internasional Memasuki Area Pemeriksaan Keimigrasian)

Dalam periode 29 November 2021 – 03 Januari 2022, tercatat sebanyak 25 WNA ditolak masuk oleh Imigrasi Soetta, adapun 5 orang diantaranya terkait dengan upaya pencegahan penyebaran varian Covid-19 Omicron. Berdasarkan surat edaran terbaru Direktorat Jenderal Imigrasi dengan Nomor IMI-0303-GR.01.01. Tahun 2021, WNA yang pernah tinggal selama 14 hari terakhir atau berasal dari Afrika Selatan, Bostwana, Norwegia, Angola, Zambia, ZImbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Inggris dan Denmark, untuk sementara ditolak masuk ke wilayah Indonesia.

Sementara itu 20 orang lainnya ditolak dengan beberapa pertimbangan, antara lain; Maksud dan Tujuan yang tidak jelas di Indonesia, Pernah Melakukan Pelanggaran Hukum, Memberikan Keterangan Palsu Untuk Memperoleh Visa RI, Tidak Patuh Aturan Karantina dan Alasan Keimigrasian lainnya. Adapun asal dari ke-25 WNA tersebut adalah dari 11 negara berbeda dengan rincian; lima asal Inggris; lima Filipina; dua Amerika Serikat; satu Yaman; dua Pakistan; satu Australia; lima Nigeria; satu Rusia; satu Korea Selatan; satu Bangladesh; dan satu asal Pantai Gading.

Terkait dengan adanya penolakan masuk 25 WNA ini, Direktorat Jenderal Imigrasi berharap kepada masyarakat yang ingin menjadi sponsor bagi kedatangan WNA agar selalu memperhatikan aturan terbaru pemerintah terkait pembatasan orang masuk wilayah RI selama masa pandemi, data yang diberikan saat pengajuan visa juga harus benar dan dapat dipertanggung jawabkan.

Masyarakat perlu tahu bahwa pelanggaran terhadap aturan keimigrasian terkait pemberian data untuk pengajuan visa baik bagi diri sendiri maupun orang lain dapat dikenakan denda 500 juta Rupiah, hal ini berdasarkan Pasal 123 UU Keimigrasian.

Untuk informasi terbaru terkait aturan keimigrasian dan info penting lainnya, dapat mengunjungi akun media sosial Imigrasi Soetta.

No Comments

Post a Comment

Your email address will not be published.