Enter your keyword

Komitmen Dalam Penegakan Hukum: Kanim Soetta Deportasi 5 WNA dan Tolak Masuk 63 Lainnya Dalam Dua Pekan Terakhir

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

Komitmen Dalam Penegakan Hukum: Kanim Soetta Deportasi 5 WNA dan Tolak Masuk 63 Lainnya Dalam Dua Pekan Terakhir

Komitmen Dalam Penegakan Hukum: Kanim Soetta Deportasi 5 WNA dan Tolak Masuk 63 Lainnya Dalam Dua Pekan Terakhir

(Ilustrasi WNA yang menunggun waktu Deportasi di Terminal 3 Keberangkatan Bandara Soetta/Sumber Foto: Humas Kanim Soetta)

Jakarta, Imigrasi Soetta. Dalam periode 1-16 Januari 2022, Kantor Imigrasi Soetta tercatat sudah melakukan deportasi terhadap 5 orang WNA dan tolak masuk 63 orang lainnya. Deportasi dan penolakan masuk ini merupakan wujud dari komitmen Imigrasi Soetta dalam melakukan penegakan hukum keimigrasian kepada WNA yang melanggar atau tidak sesuai dengan aturan yang ada. Tindakan deportasi merupakan bagian dari penerapan Tindakan Administratif Keimigrasian (TAK) kepada WNA yang terbukti melanggar aturan keimigrasian yang ada. 

Dari 5 WNA yang di deportasi , 4 WNA terbukti overstay atau tinggal melebihi masa Izin Tinggal yang diberikan (Pasal 78 ayat 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian), sedangkan satu orang lainnya memiliki paspor ganda  (Pasal 23 Huruf H Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan). Adapun 5 orang WNA yang di deportasi berasal dari 4 negara berbeda, yaitu: : Inggris (2 WNA), Jerman (1 WNA), Australia (1 WNA) serta Brasil (1 WNA).

Adapun Orang Asing yang ditolak masuk ke wilayah Indonesia lewat Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno-Hatta berasal dari 25 negara. 5 negara yang paling banyak ditolak masuk adalah Inggris (10 WNA), Perancis (7 WNA), Nigeria (6 WNA), Bangladesh (6 WNA) dan Filipina (4 WNA). Bapak Romi Yudianto selaku kepala kantor, menerangkan, “Sebanyak 21 kasus penolakan didasarkan atas Surat Edaran Ditjen Imigrasi terkait pembatasan sementara warga negara asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi beberapa negara tertentu selama 14 hari terakhir, selain itu 3 orang WNA di tolak berdasarkan rekomendasi dari Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta karena tidak memenuhi persyaratan yang diatur di dalam Surat Edaran Satgas Covid-19 seperti tidak memiliki hasil PCR atau tidak dapat menunjukan sertifikat vaksin Covid-19 dosis lengkap”, tandasnya.

Dasar hukum yang menjadi acuan penolakan adalah Permenkumham Nomor 34 Tahun 2021, Surat Edaran Ditjen Imigrasi Nomor IMI-0303.GR.01.01 Tahun 2021 dan Surat Edaran Ditjen Imigrasi Nomor IMI-0027.GR.01.01 Tahun 2022. “Penolakan masuk warga negara asing merupakan bentuk penerapan selective policy di tengah masa pandemi guna mencegah imported case yang berpotensi dibawa oleh Orang Asing, serta memastikan mereka yang masuk wilayah Indonesia adalah WNA yang membawa manfaat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian” jelas Kepala Kantor. 

Untuk berbagai informasi dan perkembangan terbaru terkait masalah keimigrasian dan kegiatan dari Kanim Soetta, pembaca dapat mengunjungi akun media sosial Kanim Soetta.