Enter your keyword

Datang Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu: Imigrasi Soetta Amankan 2 Crew WNA Pesawat Non Reguler

Berita Kantor Imigrasi Soekarno - Hatta

Datang Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu: Imigrasi Soetta Amankan 2 Crew WNA Pesawat Non Reguler

Datang Tanpa Pemberitahuan Terlebih Dahulu: Imigrasi Soetta Amankan 2 Crew WNA Pesawat Non Reguler

(Ilustrasi pemeriksaan Crew Pesawat di Konter Pemeriksaan Imigrasi/Sumber Foto: Arsip Internal Kanim Soetta)

Jakarta, Imigrasi Soetta. Upaya penegakan Hukum Keimigrasian terus digaungkan oleh Imigrasi Soekarno-Hatta, selain kepada penumpang, crew atau awak alat angkut maupun penanggung jawab alat angkut juga turut menjadi objek dalam pengawasan orang keluar atau masuk wilayah Indonesia. 

Kamis 20 Januari 2022, Kanim Soetta mengamankan dua orang crew WNA asal Tiongkok. Keduanya tiba pada pukul 15.25 WIB dengan menggunakan pesawat cargo atau pengangkut barang non reguler, yaitu CP Airlines dengan nomor penerbangan CYZ25. Pesawat tersebut datang tanpa memberikan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pihak imigrasi. 

Berdasarkan info yang kami terima, pesawat tersebut berada di bawah tanggung jawab sebuah PT berinisial URI. Kepala Kantor, Bapak Romi Yudianto menjelaskan “Pengamanan tersebut telah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM (Permenkumham) Nomor 44 Tahun 2015, khususnya pasal 4, bahwa yang bersangkutan merupakan subjek penerbangan non reguler, dan harus memberitahukan kedatangannya sebelum tiba di Indonesia, saat ini sedang dalam proses tindak lanjut”.

Adapun PT. URI selaku penanggung jawab alat angkut saat ini tengah dalam proses pendalaman dan tindak lanjut terkait dugaan pelanggaran Permenkumham No. 44 Tahun 2015, Pasal 4 Ayat 1 huruf a dan b yang menjelaskan bahwa penanggung jawab alat angkut harus memberitahukan kedatangannya ke pihak imigrasi 48 jam sebelum kedatangan untuk pesawat non reguler, dan juga harus menyerahkan daftar penumpang dan awak alat angkut untuk diserahkan kepada pejabat imigrasi.

“Jika memang ditemukan pelanggaran, maka terhadap awak alat angkut tersebut akan dilakukan proses selanjutnya, dan sebagaimana tertera pada Permenkumham No. 44 Tahun 2015, pasal 115, awak alat angkut yang merupakan orang asing tersebut sedang dalam proses tindak lanjut di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Soekarno-Hatta,” Jelas Kepala Kantor Imigrasi Soetta. 

Penerbangan tersebut sejatinya membawa pesawat yang dibeli oleh salah satu maskapai di Indonesia. Namun, jika pelanggaran tersebut terbukti, PT. URI selaku penanggung jawab alat angkut dapat dikenai sanksi sesuai peraturan dan perundang-undangan terkait keimigrasian yang berlaku.

Imigrasi Soetta menghimbau kepada seluruh pihak penanggung jawab alat angkut untuk senantiasa tunduk dan patuh terhadap segala peraturan terkait kedatangan maupun keberangkatan pesawat non reguler.

Untuk berbagai informasi dan perkembangan terbaru terkait masalah keimigrasian dan kegiatan dari Kanim Soetta, pembaca dapat mengunjungi akun media sosial Kanim Soetta.